teraju.id, Online— Para peserta sangat mengapresiasi webinar yang digagas Asosiasi Guru Sejarah Indonesia. Webinar ini seolah menjawab terang benderang “dahaga” bangsa: apakah Sultan Hamid II Alkadrie pengkhianat atau pahlawan nasional.
Prof Meutia Hatta mengajak guru-guru sejarah untuk terus banyak membaca. Sebab sekarang tinggal klik, naskah-naskah terbuka lebar. Namun menurutnya, harus diakui ada juga guru besar sejarah yang belum siap membaca literasi terbuka tentang Sultan Hamid II.
“Kita harus jujur. Sejarah jangan sampai dibelokkan,” tegasnya seraya menyatakan bahwa hal ini untuk kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai ini.
Ia menyatakan sebagai saksi hidup dari ayahnya, bahwa sampai akhir hayat Bung Hatta, tidak pernah keluar dari mulutnya, bahwa Sultan Hamid itu adalah pengkhianat bangsa. Pengakuan Bung Hatta secara jujur bahwa perancang lambang negara adalah karya Sultan Hamid adalah fakta sejarah. Seperti telah diuraikan riset ilmiahnya oleh para pembicara lainnya. Begitupula peran kesejarahannya sepanjang 1945-1950.
Tak lupa Prof Dr Meutia Hatta, putri Sang Proklamator menyatakan bahwa fakta-fakta sejarah sampai hari ini harus diperiksa secara ilmiah. Dia juga melakukannya dan siap mendengarkannya.
