Berita

Prof Meutia: Tidak Pernah Keluar dari Mulut Bung Hatta bahwa Sultan Hamid Pengkhianat

Prof Meutia: Tidak Pernah Keluar dari Mulut Bung Hatta bahwa Sultan Hamid Pengkhianat
Suasana webinar yang sejuk dipenuhi data riset ilmiah dan empiris di mana membuka cakrawala sejarah Indonesia diikuti 1.930 peserta, Minggu, 5 Juli 2020 sejak pukul 09.00-12.30 WIB.

Anshari yang lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan magister hukum Universitas Indonesia menyatakan bahwa selama masa persidangan tentang Sultan Hamid yang dituduh makar hingga saat ini adalah tidak pernah menghadirkan figur sentral Westerling. Padahal dia menulis di dalam buku biografinya, Mijn Memories, terbit 1952, bahwa Sultan Hamid tidak terlibat pemberontakan yang dimotorinya atas nama APRA. Anshari menegaskan Sultan Hamid tidak sepemikiran dengan Westerling, tidak pernah melakukan over komando. Jika saja Westerling dihadirkan, bisa jadi putusan perkara Sultan Hamid adalah BEBAS MURNI. Hal janggal dialami Sultan Hamid lainnya adalah penahanannya selama 3 tahun tanpa diadili hanya gara-gara menghadiri upacara ngaben Raja Bali di tahun 1961. Jika ditelusuri secara hukum pidana, apa yang dialami Sultan Hamid adalah pelanggaran HAM berat. Tetapi Hamid tidak melakukan apa-apa. Dia terima semua itu secara ikhlas dan sabar. Bahkan ketika Soekarno menjelang ajalnya, Hamid datang menyampaikan permohonan maaf, dan kesalahan Bung–katanya–telah saya maafkan. Anshari mengutip pernyataan Sekretaris Pribadi Sultan Hamid, Max Jusuf Alkadrie yang melihat dengan mata kepala sendiri kejadian di ujung hayat Bung Karno, dan menuliskannya ke dalam 100 tahun Bung Karno. Dapat pula disimak pada video sejarah Lambang Negara yang diterbitkan oleh Museum Konferensi Asia Afrika. Silahkan cek di Youtube dengan kata sandi “Garuda Pancasila National Symbol of Indonesia … – YouTube“.