Saya sempat “flashback” beberapa tahun lalu, mengingat Pak Sutarmidjilah yang meluncurkan buku karya saya berjudul Bonntianak ini di Rumah Radkang dalam even Patriotisme 2016, dan beliau pernah mengatakan bahwa semua buku yang diberikan kepadanya, pasti ia baca.
Masih penasaran kami, “Trus dia tanya apalagi Odhy” sambung saya. Sembari mengibas rambut panjangnya yang khas ala mahasiwa FT, Odhy yang mengaku rajin bershampo ini melanjutkan laporannya tentang kunjungan Pak Gub yang akrab disapa Bang Midji.
“Trus kak, die tanya lagi, ini buku semua sape jak yang nulis? Saye jawablah, semua buku-buku neh penulis Kalbar pak.”
“Iya betul, kan ini stand literasi penulis Kalbar,” sambung Nuris.
“Trus mane buku kau?!” Demikian pertanyaan dadakan Sang Gubernur, walikota Pontianak dua periode, mantan dosen Fakultas Hukum Untan, Odhy lagi-lagi mengutip pertanyaan Bang Midji yang kala mampir didampingi sang istri berikut ajudan.
“Bleeb, saye gelagapan bilang, anu pak, masih dalam proses penulisan,” sambung Odhy yang bergabung di Kampoeng English Poernama Batch 4–awal tahun 2018.
“Masak Kak Nur, habis tuh Pak Gubernur langsung cabut, pergi ninggalkan stand!”
“Sakit saya kak!” kata Odhy terkekeh sambil senyum pahit.
“Saya merasa disinggung, masak saya kenak tinggalkan gitu,” ujar Odhy melanjutkan lagi laporan juga curhatnya ini.
