Community

#2019tambahbuku

#2019tambahbuku
Alumni Mimbar Untan yang tergabung dalam komunitas literasi menunjukkan karya tulisanya. Komitmen #2019tambahbuku.

Oleh: Dwi Syafriyanti, SH, MH

Ada yang merasa “tertampar” di ujung hari ke lima gelaran Expo Bekraf dalam rangka Hajad Kota Pontianak ke-247 di pelataran sebelah barat Mal Ayani semalam, 23/10/18.

Menurut yang bersangkutan ini “menyakitkan”, bukan keadaan biasa yang mengenakkan. Untungnya sang empunya rasa tahu diri, jika itu pantas didapatkan rasa pahit atau sakitnya.

Ditinggalkan begitu saja tanpa penjelasan setelah sesaat menjawab pertanyaan si Bapak, si penjaga stand literasi ini masih dirundung gelisah. Tak heran jika kehadiran kami di stand literasi jadi kesempatannya mencurahkan isi hati alias curhat.

“Kak Nur, Kak Dwi! barusan Pak Gub Sutrmidji datang ke stand kite, die ngeliat-ngeliat buku, tanya-tanya juga,” ujar si volunteer Kampoeng English Poernama ini.

Suami saya tanya, “Buku apa jak yang diliatnye Dhy?”
Odhy yang masih menimba ilmu di Fakultas Teknik Untan menunjuk 1 buku berjudul Bonntianak (Bonn-Pontianak). “Dia pegang dan liat buku ini kak!” sambungnya lagi.

Saya menyimak dengan seksama apa yang disampaikan Odhy. “Klo Bonntianak tuh dia dah punye Dhy, dan pasti dah dibacenye, karena semua buku yang didapatnya dipastikan dibacenye. Beliau rajin membace. Kategori kutu buku,” sambung saya lagi.