Di awal bertugas, kami kemudian kembali menjadi anak kos di rantau. Bertemu dan belajar banyak hal. Belajar berbagai karakter rekan kerja, belajar budaya dan tradisi baru di kampung orang.
Kami menemukan sekolah kehidupan. Sekolah kehidupan di Kecamatan Kubu. Kami temukan banyak teman dan keluarga baru. Kami mengembalikan ilmu-ilmu di bangku kuliah yang sudah lama mengendap.
Bemacam-macam ilmu mulai kami kembalikan satu-persatu. Kami kembali belajar memulihkan ingatan bagaimana harus menghadapi dunia kerja.
Belakangan saya kemudian bersyukur ditempatkan di kampung. Karena tentu Allah tidak akan memberikan sesuatu tanpa pelajaran di dalamnya.
Saya diberi waktu yang lapang untuk mengasah ilmu yang sudah tumpul dengan tugas di Kecamatan. Saya diberi kesempatan untuk mengenal banyak orang dengan di tempatkan di Seksi Kesejahteraan Rakyat. Saya diberi kesempatan mengasah kepekaan untuk mempertajam pena. Karena dengan ditempatkan di Kecamatan Kubu, saya bisa mengisi waktu luang dengan menuangkan ide melalui tulisan.
Tentu saja, 368 di Kecamatan Kubu menjadi begitu berharga dengan terus saya syukuri. Alhamdulillah. Semoga besok dan seterusnya selalu terpelihara. Semoga nanti, apa yang sedang dijalani akan lebih mudah. Jarak tempuh menuju tempat tugas akan lebih dekat. Amin.
