
Setelah benar-benar diciptakan manusia selaku khalifah dimuka bumipun. Prediksi tersebut ternyata memang menjadi kenyataan. Selain diwajibkan untuk beribadah, Allah juga memberikan fasilitas yang bisa manusia panen di bumi sebagai bekal hidup. Namun karena sudah tabiatnya, keserakahan manusia akan harta benda membuatnya lalai akan tugas menjaga kelestarian alam. Sehingga terbuktilah apa yang Allah firmankan dalam alquran berbunyi: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. Ar-rum: 41-42)
Tujuan terjadinya perubahan iklim yang mengakibatkan terjadinya kerusakan dimuka bumi ini pun sebenar Allah memperingatkan manusia untuk kembali ke jalan yang benar, tidak merusak alam sesuka hatinya demi menuruti nafsu diri.
Kerusakan alam yang terbesar adalah air, maka air adalah sumber kehidupan. Bumi dengan kapasitas air yang berada permukaannya sekitar 71 persen permukaan bumi tertutup air, menurut The United States Geological Survey Water Science School.
