Oleh: KH Lukmanul Hakim, SE, MM dan Rendi Sahputra*
USTADZ LUQMANULHAKIM
A’udzubillahi minasysyaithonirrajim…
Bismillahirrahmanirrahim..
Alhamdulillahi rabbil’alamin…
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatim mushsholihat…
Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya laula anhadanallah…
Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammad, wa ‘ali sayyidina muhammad…
Qala rabbish rahli shadri wa yassirli amri, wahlul uqdatan min lisani, yafqahu qauli,..
Allahumma inna nas-aluka ilman nafi’an, wa rizqon wasi’an halalan thayyiban wa amalan mutaqabbalan…
Allahumma inna na’udzubika min ilmin laa yanfa’, wa min qalbin la yakhsya’, wa min da’watin la yustajabulaha.
Mata itu fungsinya untuk melihat, tapi sudah pasti mata kita tidak bisa melihat bulu mata kita sendiri? Kenapa? Karena terlalu dekat. Kadang-kadang, karena terlalu dekat, kita tidak bisa melihat apa yang kita kerjakan. Perlu insight. Perlu kacamata, perlu dari sudut pandang yang lain. Maka hari ini, saya mau Kang Rendi yang mengisi, hari ini mau pulang kan. Saya minta Kang Rendi Saputra mengisi, kultum, kuliah terserah antum. Begitu kira-kira pengantar, kalau saya duduk di bawah berarti bukan saya yang mengisi. Hanya memberikan doa pengantar jak ye. Semoga kita terus bermanfaat.
KANG RENDI SAPUTRA (5.39)
Alhamdulillah…
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ali sayyidina Muhammad.
Rabbish rahli shadri wa yafaqahu qauli, wahlul uqdatan min lisani, yafqahu qauli.
Rabbana anzilna munzalan mubarakan wa anta khairul munzilin.
