Community

Aku Bukan Perantau

Aku Bukan Perantau

“Harta yang paling indah adalah keluarga”.

Tentu aku setuju dengan lirik lagu itu, aku yakin kalian juga setuju. Aku bukan peramal tapi aku tahu, tak sedikit di antara kita yang meletakkan keluarga pada posisi penting di balik alasan perantauan. Ingin membuat mereka bahagia, bangga, menaikkan derajat dan apa saja yang bisa membuat bibir mereka tersenyum bahagia.

Sekarang adalah waktunya LIBUR. Pulanglah! Sekarang adalah waktunya kalian menarik bibir malaikat tak bersayap yang kau tinggalkan di rumah. Buatlah mereka tersenyum. Jangan biarkan dia membendung rindu lebih lama! Karena rindu itu berat, kasian dia.

“Sekarang group WA sudah sepi tak banyak canda apa lagi negosiasi tugas atau pertanyaan seputar perkuliahan.” Hanya itu rinduku sebatas teman tak usah bandingkan dengan malaikat yang tinggal dirumah kalian. Aku malu.

Jangan berpikir aku tengah merindukan suasana peliknya tumpukan tugas yang mengalahkan tumpukan cucian kotor, tidak sama sekali. Karena saat ini aku tengah bahagia bisa lebih lama di rumah, menghabiskan waktu bersama emak, bapak dan adik-adikku sama seperti kalian yang sedang berada di kampung, aku juga di kampung tepatnya di Parit Deraman Hulu Punggur Kecil, sebuah kampung yang tak jauh dari kota Pontianak.

Punggur Kecil, 26 Januari 2018