Community

Anak Punk-Yuka Kapuas

Anak Punk-Yuka Kapuas
Anak baru gede bermain di bantaran Sungai Kapuas

Saya terus berjalan tanpa ada tujuan mau ke rumah siapa. Tampak di ujung dermaga saya melihat seorang yang sedang memperbaiki sampan, ia bernama Yakub. Yakub bukan asli warga Jeruju, melainkan warga Teluk Pakedai yang kini sudah dua tahun menetap di Pontianak.

Pria paruh baya berada di bawah teriknya panas matahari tanpa menggunakan baju menambal perahu yang sudah bocor. Perahu ini dulunya ia beli Rp. 1.500.000. Dia menambal perahu menggunakan serbuk damar, kemudian serbuk tersebut diberi minyak goreng agar lengket serta bisa menempel kuat pada kayu perahu yang mulai rapuh dan bocor. Gale-gale nama perekat itu. Gale-gale menjadi alternatif bagi bapak dua anak ini, agar perahunya bisa dipakai dengan aman.

Pak Yakub mengaku memiliki perahu bukanlah satu-satunya untuk mencari nafkah. Melainkan hanya mengisi waktu kosong kalau sudah tidak ada pekerjaan sebagai buruh bangunan. Yakub menceritakan membenahi perahu sengaja karena kalau beli baru harganya sudah naik. Tidak bisa dijangkau kembali sebab faktor kayu yang berkualiatas bagus sudah jarang ditemui.

Angin pun berhembus dengan kencang menghantam tepian Sungai Kapuas. Yakub menerawang program pemerintah membangun pelabuhan di area sekitar Yuka. Mencari kerja, kemungkinan terkait pelabuhan, atau tetap menghuni bantaran Sungai Kapuas seperti saat ini.