Community

Anak Punk-Yuka Kapuas

Anak Punk-Yuka Kapuas
Anak baru gede bermain di bantaran Sungai Kapuas

Ibunya juga tidak setuju pada pilihannya. Ibu sering memberi nasehat, dan arif mengaku bila diberi nasehat hanya menjawab, “Iyelah…”.

Dia juga mengaku bahwa mereka sering kumpul secara rutin. Adapun tempat kumpul anak punk sering berpindah-pindah. Kadang di steigher. Kadang di taman.

Berkumpul apa yang dibahas? Mereka membahas anak punk yang baru. “Harus hafal kosa kata khusus anak punk,” kata Arif seraya mengaku sudah punya kegiatan di lain tempat.

Waktunya, kini, di kala sore mengambil upah mendorong gerobak di Pasar Flamboyan. Upah yang ia dapat Rp. 25.000 satu kali berangkat. Jika ia bekerja sampai pukul 12 malam, dia mendapat upah Rp. 50.000. Hasil kerja tersebut langsung diberikan kepada ibu dan ia tidak mengambil sepeserpun.

Sebelumnya, ia bekerja di Taman Alun Kapuas. Namun, sejak taman itu direnovasi, dia pindah kerja ke Pasar Flamboyan.

Ketika berangkat bekerja, Arif menggunakan jasa oplet. Sekali pergi biaya yang dikeluarkan Rp. 8000. Ongkos naik oplet ini diberikan ibu ketika dia sudah mau berangkat. Arif mengatakan bahwa ibunya tinggal di rumah untuk mengurusi adik serta menyiapkan makanan sekeluarga, sedangkan ayah bekerja di sebuah toko mebel. Keadaan inilah yang membuat dia harus membanting tulang ikut bekerja dan memberikan tambahan untuk adik-adiknya yang masih kecil seperti jajan di sekolah.