Community

Baikhati Memecah ‘Celengan’ Jago

Baikhati Memecah ‘Celengan’ Jago
Dr Leo Sutrisno

Setelah Baikhati menghilang dari dapur. Mamanya mem-‘briefing’ Udin tentang apa yang harus dilakukannya nanti.

Di tengah perjalanan menuju Gramedia, Baikhati meminta Udin membelokkan mobilnya menuju warung gudeg Mbak Sri. Dari sana bersama Udin terus masuk ke ke ‘Tomira’- Toko (swalayan) milik masyarakat, Kulonprogo.

Di Tomira, Baikhati membeli: beras, minyak, mie instant, gula pasir, garam, bermacam bumbu jadi, telus ayam, susu kaleng, sandal jepit, sabun mandi, sikat gigi, serta sejumlah kue kering. Tidak lupa, sebungkus permen.

Bersama Udin Baikhati mengunjungi Siti, kawan sekelasnya yang sudah beberapa bulan tidak bersekolah.

Beberapa kali mereka diam-diam mengikuti apa yang dilakukan Siti yang sedang ngojeg tas kresek di pasar. Tetapi, dua hari terakhir ini Siti tidak terlihat di sana.

Ternyata, Siti dan adiknya sedang sakit. Atas prakarsa Baikhati, mereka dibawa ke rumah sakit. Syukurlah, hasil rapid testnya non-reactive, hanya demam biasa dan tidak perlu menginap.

Atas persetujuan mamanya, Baikhati membawa kedua kakak beradik ini menginap di rumah hingga benar-benar sembuh.

Menurut Siti, ayahnya meninggal ketika Siti kelas tiga SD. Sekitar tiga bulan yang lalu ibunya pergi hingga kini belum pulang.

Karena itu, Siti berhenti sekolah. Untuk bertahan hidup, Siti bersama adiknya ngojeg tas tresek dan payung tiap pagi di pasar.

Pakem Tegal, 17-10-2020
Leo Sutrisno