in

Bukan Tentang “Kata” Tapi “Mereka”

rumah literasi 4

Oleh: Huzaimah

Berucap syukur Allah gariskan takdir untukku menjadi bagian dari mereka. Teman-teman terbaik dari masing-masing kelas yang terpilih untuk menjadi penyempurna sebagai seorang penulis. Ya, mereka adalah tim editor dan layout yang luar biasa.

Hari ini kami mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan cara mengedit dan melayout buku sesuai dengan arahan yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. Kecakapan kami hari ini diuji pada naskah tulisan yang tak beraturan untuk diedit dan layout sekreatif dan semenarik mungkin. Ketentuan umumnya, tulisan menggunakan font Garamond, spasi 1,15, dan ukuran tulisan 12 dalam waktu 2 jam 40 menit.

Hal ini dilakukan untuk menyeleksi kembali siapa yang pantas untuk menjadi “Duta Literasi” yang cakap dalam hal kepenulisan. Namun, kata “duta” seakan menjadi tak penting bagi kami ketika bersama, dimana canda dan tawa itu tercipta menghilangkan kebingungan yang dirasa. Nama “Jaabir” menjadi icon utama dalam tim ini, celoteh-celotehnya yang tak penting menjadi warna tersendiri selama proses mengedit dan layout berlangsung.

Baca Juga:  Sinergi Kegiatan BPDASHL Kapuas

Sesekali aku memperhatikan ekspresi masing-masing dari mereka, ada yang sangat serius dalam mengerjakan, ada pula keningnya berkerut karena kebingungan, bahkan mata tak berkedip melihat layar. Begitulah, kisah hari ini yang tercipta bersama mereka. (Peserta Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak)

Written by teraju.id

rumah literasi 3

Ujian Pencetakan Buku

Webinar Unik untuk PAUD

Pengalaman Webinar Unik untuk PAUD