Community

Buku untuk Pengantin

Buku untuk Pengantin

Penyerahan buku dilakukan sesaat setelah proses sakral ijab kabul dilakukan Ahad menjelang siang. Saat undangan menyantap hidangan, kami menuju Marsita dan pasangannya yang sedang di atas pelaminan. Inilah momen kami menyampaikan buku istimewa ini.

Saat saya menyerahkan figura sampul buku dan buku, Marsita langsung berbalik badan, seraya mengusap matanya. Saya sempat khawatir bulu mata palsunya lepas. Ha ha… Atau kalau dia nangis benaran, bedaknya bisa kena leretan.

Dia nampak terharu. Tadi dia terharu karena acara berlangsung lancar. Perhatian dan ucapan selamat mengalir. Kini, ditambah lagi, mendapat buku.

Saya yakin, nanti, setelah di kamar, ketika membaca buku ini dia akan mewek. Buku ini memang mengharukan. Banyak kesan diungkapkan. Kesan yang akan membuka ingatan tentang perjalanan hidupnya.

Dalam buku ini Marsita dilihat dari berbagai sisi. Dari sisi pembimbing, teman seangkatan, adik-adik yang dibinanya, serta rekan kerja. Ada Khatijah, Saripaini, Novie Anggreani, Mita Hairani, Tuti Alawiyah, Suherman, Nursilan, Sumama, Eni Desiyani, Deplo Supoyo, Mahmud Alfikri, Ghea, Siti Muslikhah, Nurhasanah, Ambaryani, Yusriadi, dan Farninda Aditya.

Buku ini akan menjadi ingatan bersama, khususnya untuk apa yang sudah diikat di dalamnya. Maklum, panjang perjalanan, banyak lika-liku, banyak pikiran, membuat detil-detil dari babak kehidupan jadi dilupakan.