in

Buku untuk Pengantin

Buku Kampung Riset

Oleh: Yusriadi

Ketika mendapat kabar ada teman akan menikah, saya menghubungi Ninda. Kami menyusun rencana membuat buku spesial sebagai hadiah untuk teman itu. Kami mendata siapa yang dekat dengan sosok dan siapa yang bisa atau ada waktu untuk menulis.

Sedangkan bentuk tulisan, sudah tidak dibicarakan. Tahu sama tahu. Perjalanan di Club Menulis sudah membentuk kesepakatan tentang bagaimana tulisan tentang sosok atau bagaimana tulisan biografi dipersembahkan.

Pada akhirnya, proses mengumpulkan tulisan selama satu minggu. Dilanjutkan dengan penyesuaian format melalui proses editing kecil. Pada masa yang sama Ninda juga berburu foto-foto sosok yang unik.

Setelah itu tulisan didesain, disiapkan sampulnya dan selanjutnya cetak. Proses dari A-Z ini ditangani Ninda. Dia jagonya. Lalu, saya membaca keseluruhan dan setelah itu, Bang Fahmi diminta mencetaknya.

Jadilah… buku The Real Marsita Polling in Lope… Buku ini terinspirasi dari buku Marsita sebelumnya “Wak Sauk Polling in Lope”. Buku yang sangat spesial bagi Marsita.

Ya, buku ini kami hadiahkan untuk dia yang Ahad (24/01/2021) duduk di pelaminan. Marsita, alumni Club Menulis, bertemu jodoh (dijodohkan) dengan Bang Erwin Saputra.

Baca Juga:  Program dan Dukungan dengan Kebijakan

Penyerahan buku dilakukan sesaat setelah proses sakral ijab kabul dilakukan Ahad menjelang siang. Saat undangan menyantap hidangan, kami menuju Marsita dan pasangannya yang sedang di atas pelaminan. Inilah momen kami menyampaikan buku istimewa ini.

Saat saya menyerahkan figura sampul buku dan buku, Marsita langsung berbalik badan, seraya mengusap matanya. Saya sempat khawatir bulu mata palsunya lepas. Ha ha… Atau kalau dia nangis benaran, bedaknya bisa kena leretan.

Dia nampak terharu. Tadi dia terharu karena acara berlangsung lancar. Perhatian dan ucapan selamat mengalir. Kini, ditambah lagi, mendapat buku.

Saya yakin, nanti, setelah di kamar, ketika membaca buku ini dia akan mewek. Buku ini memang mengharukan. Banyak kesan diungkapkan. Kesan yang akan membuka ingatan tentang perjalanan hidupnya.

Dalam buku ini Marsita dilihat dari berbagai sisi. Dari sisi pembimbing, teman seangkatan, adik-adik yang dibinanya, serta rekan kerja. Ada Khatijah, Saripaini, Novie Anggreani, Mita Hairani, Tuti Alawiyah, Suherman, Nursilan, Sumama, Eni Desiyani, Deplo Supoyo, Mahmud Alfikri, Ghea, Siti Muslikhah, Nurhasanah, Ambaryani, Yusriadi, dan Farninda Aditya.

Baca Juga:  DONGENG MEMBAHANA DI DESA LINGGA

Buku ini akan menjadi ingatan bersama, khususnya untuk apa yang sudah diikat di dalamnya. Maklum, panjang perjalanan, banyak lika-liku, banyak pikiran, membuat detil-detil dari babak kehidupan jadi dilupakan.

Buku untuk Marsita adalah buku persembahan kami yang ke dua. Sebelumnya, kami juga pernah mempersembahkan buku untuk Ninda, saat dia menikah, Ahad, 10/9/2017. (*)

Written by Yusriadi

Redaktur pada media online teraju.id dan dosen IAIN Pontianak. Direktur Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak. Lulusan Program Doktoral ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia, pada bidang etnolinguistik.

kampun riset

Bung Noviansyah, Staf dan Buku Kampung Riset

IMG 20210126 WA0036

Hari Ini, Pendampingan dan Hibah Komunitas Sosial Sustainability Management Awards Dibuka