Sebuah ucapan yang bisa saya tangkap adalah mereka itu setiap tahunnya akan pergi ke luar negeri untuk jalan-jalan sambil beredukasi. Bukan jalan sembarang jalan, tapi mereka di sana sambil belajar. Mencari inspirasi yang pas untuk diceritakan, lalu dari inspirasi tersebut diketik lewat rangkaian kata-kata yang akan menjadi sebuah buku.
Setelah beberapa pengalaman yang diceritakan. Ada 3 orang bertanya seputar Literasi. Ketiga orang tersebut adalah Mahasiswa IAIN Pontianak.
Maulana mahasiswa IAIN Pontianak bertanya, “Saya itu ya bang, kepengen untuk buat buku. Namun, setelah beberapa lembar itu saya sudah tidak bisa lagi merangkai kata-katanya. Nah, bagaimana caranya agar tulisan itu lancar?”
Beng menjawab, “Yang pertama ya kita harus tau apa dulu nih bahan dari cerita kita tersebut, dan buat cerita yang menurut kita itu sangat disukai”.
Ega mahasiswa IAIN Pontianak bertanya, “Saya itu kepengen membuat suatu karya yaitu buku. Tapi, saat saya menulis. Tulisan saya atau karya itu mentok, tidak bisa berkembang lagi, bagaimana itu bang cara penyelesaian karya tersebut?”
Nuris menjawab, “Kita harus tau apa yg ingin di ceritakan, lalu buat kerangka tulisan (berurutan) ketika kerangka yang sudah ada kemudian diceritakan lalu kita kembangkan serta jangan malu ketika dibaca tulisannya sama orang lain, jangan malu minta bimbingan.”
