Home > Community > COVID-19 Ubah Nikmatnya Bertemu Kristus Saat Dalam Perayaan Ekaristi Suci

COVID-19 Ubah Nikmatnya Bertemu Kristus Saat Dalam Perayaan Ekaristi Suci

Oleh: Filisianus Richardus Viktor

Dua orang berdiri tegak dan rapi tepat di samping pintu utama gereja. Laki-laki dan perempuan itu lengkap dengan senjata yang akhir-akhir ini diburu sebagai penakluk pencegahan penularan COVID-19 dengan masker hijau menutup mulut dan hidung tambahan atribut mereka. Secepat kilat gerak tangan mereka menyemprotkan hand sanitizer kepada umat yang hendak masuk ke dalam gereja.

“Tidak ada air kudus,” terlintas suara umat bertanya kepada pelayan umat. Air kudus adalah media yang dianggap umat katolik sebagai tanda penyucian diri sebelum masuk ke dalam gereja. Akibat dari isu dan tingkatan penyebaran COVID-19 yang tinggi, ada beberapa hal yang dihilangkan dalam rangkaian ekaristi, perayaan Misa umat katolik setiap hari minggunya. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 saat berlangsungnya perayaan ekaristi suci.

Ketika masuk ke dalam gereja terlihat banyak perbedaan terutama dari jumlah umat yang ikut merayakan ekaristi suci dan posisi serta jarak duduk umat satu dengan yang lainnya. Memang benar adanya beberapa kebijakan sudah dibuat seperti jarak duduk umat dibatasi 1,5 meter. Namun, hal itu tidak sebanding dengan kondisi jumlah umat yang datang, banyak tempat duduk kosong dan tak sampai 30% dari kapasitas keseluruhan gereja.

Baca Juga:  Takdir Corona antara Usaha dan Doa

Banyak umat yang mengeluhkan ketenangan dalam proses beribadah. Mereka mengatakan walaupun berusaha fokus dalam ekaristi suci namun tidak menyangkal jika ada ketakutan yang terlintas di otak mereka ketika duduk dan memegang fasilitas gereja.

“Iman memang harus dijaga namun hal-hal mengenai penyebaran virus tidak bisa diabaikan,” jelas salah satu umat ketika ditanyai mengapa ikut dalam misa suci tersebut.

Pada saat sebelum Misa berakhir, Pastor Domisianus CP sebagai pemimpin Misa Ekaristi Suci, Minggu(22/3) kembali menegaskan bahayanya COVID-19. Ia mengimbau umat seperti yang tersebar luas di media sosial mengenai cara pencegahan virus tersebut. Pastor juga menyampaiakan bahwa kegiatan gereja akan terus diinformasikan kepada umat bahkan sampai hari raya paskah menjelang pada April mendatang.

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju.id

Check Also

A Wonderful Journey That I Never Thought

Oleh: Nangdua Debora Oktariani* Perjalanan luar biasa ini dimulai 5 Januari 2020, setelah melewati semua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

teraju.id