Antrian cukup panjang sehingga aku memberanikan diri duduk di bangku kosong dekat petugas. Rasanya lelah sekali berdiri seharian. Seakan tak cukup di situ, ketika sudah masukpun kami harus mengantri sangat lama untuk dapat naik ke atas menggunakan lift. Itupun harus menaiki banyak anak tangga dulu. Antrian untuk naik tak kalah panjang dengan antrian saat membeli tiket. Bedanya mengantri di sini memakan waktu cukup lama.
Aku heran kenapa Pak Sumarman, kak Sekar, dan kak Apjan tak tampak lelah. Tapi aku benar benar merasa lelah. Aku lihat anak kecil duduk bersandar di samping dinding. Aku jadi merasa iri tapi malu untuk mengikuti langkahnya. Oleh karena itu, aku hanya berjongkong di tempat mengantriku. Tak lama kemudian kak Apjan juga mengikuti. Beberapa orang di barisan depan ternyata juga melakukan hal yang sama setelah melihat kami.
