Oleh: Ambaryani
H-3 chek in di hotel Dangau untuk mengikuti prajabatan golongan III, saya sempat bertemu dengan teman-teman CPNS yang bertugas di SMPN 6 Jangkang. Mba Ayu, Mba Elta dan 2 teman lainnya, yang kebetulan sore itu main ke rumah Buk Mufti dan Buk Nursiah di Parit Bahar Kubu.
Pertemuan silaturahim itu akhirnya menjadi pertemuan pembahasan soal pra jabatan awal April. Pra jabatan menjadi tema hangat saat itu. Begitu juga di group WA CPNS. Hal itu menjadi tranding topik.
Prajab selalu menarik untuk dibahas. Entah soal bagaimana nanti saat prajab, bagaimana situasi prajab, bagaimana pengerjaan tugasnya, presentasi makalah. Dan banyak hal lagi yang dibahas soal prajab.
Sebenarnya, pertanyaan-pertanyaan itu muncul karena rasa keingintahuan yang tinggi. Penasaran. Dan saya rasa, semua CPNS berharap cepat bisa prajab. Karena kalau tahapan prajab sudah bisa dilewati, rasanya separuh dari beban CPNS sudah teratasi. Kalau bahasa teman yang sudah prajab duluan, ‘sudah pecah bisul’.
Bayangkan saja, mengikuti pra jabatan diibaratkan sebagai bisul. Sakit, sampai akhirnya bisul itu pecah barulah sakitnya hilang. Tapi, ada kesimpulan yang menarik dari teman yang mengibaratkan prajab sebagai sesuatu yang menakutkan.
“Kalau udah dijalani, tak sesulit yang dibayangkan kok.”
