Community

IPA Vs IPS

IPA Vs IPS

Anak IPS, nakal, ribut, santai dan lain sebagainya, tapi solid alias setia kawan. Itulah yang terlintas di benak ketika menyebut kata anak IPS. Namun sebenarnya itu hanya identitas, tak semuanya nakal, tak semuanya berkontribusi menyumbangkan suara untuk menambah keriuhan di kelas.
Tak jarang, antara anak IPA dan anak IPS saling membanggakan diri. Seperti yang kerap kukalukan ketika berkumpul dengan teman-teman dalam sebuah organisasi selepas pulang sekolah. “Anak IPS tu, Cuma ngitung uang hampa, tak jelas,” kata anak IPA.

“Ape anak IPA tu, kalau ade kelapa gugor (jatuh) sehe ngitung berape ketinggiannye, jutuhnya pakai gaya ape? Tak ade untungnye! Cobe kalau anak IPS, ade kelapa gugor (jatuh) langsung dijual, abis itu dapat duit,” kata anak IPS.

Oke! Sebagai anak IPA, aku mengakui anak IPS menang dalam hal ini, aku lupa bagaimana anak IPA menjawab pernyataan yang diutarakan anak IPS dalam perkara kelapa jatuh, entah apa jawaban kami untuk membela diri, yang jelas dalam urusan berdebat tak ada yang mau mengalah apalagi kalah. Tapi walaupun demikian, kami tak pernah mengambil hati atas perkataan apa pun yang keluar, demi untuk mempertahankan hal yang kami banggakan. Itu hanyalah bualan yang mengisi waktu senggang yang kami habiskan bersama.