Community

Jungkar Rumah Kami

Jungkar Rumah Kami

Getah kering kadang-kadang di simpan di sana. Speed, ambinan, sendal, sering ditaroh di sini.
Memang, ada banyak kegiatan dilaksanakan di jungkar. Istirahat dari kebun sambil mendinginkan badan, menerima tamu yang tidak formal, mengasah pisau, “berdamai” kala sore dan malam, menumbuk padi, tepung dan daun ubi, memotong ayam, hampir selalu di sini.

Pada saat tertentu jungkar juga jadi panggung. Sewaktu kakak saya menikah, pelaminan untuk “bejenjang” dibuat di jungkar depan. Sedangkan jungkar belakang tempat mencuci atau meletakkan air, serta sayur-mayur yang akan dimasak. Itu jungkar kami.

Sedangkan pada tempat orang lain, jungkar juga menjadi tempat meletak air, tempat mencuci piring dan bahkan mandi. Kami tidak mencuci piring di jungkar karena di dalam rumah dapur ada tempat khusus cucian piring.
Nah, sebegitu pentingnya jungkar tetapi bagian ini belum pernah ditulis orang. Kalau pun ada hanya sedikit. Hanya sekadar disebut.

Artikel yang saya baca itu membuat saya menghubungi adik saya, Sri Buti, yang ada di kampung. Buti bekerja dengan cepat. Sejumlah jungkar orang difotonya, sejumlah informasi dicari. Kami akan membuat artikel bersama tentang ini. (*)