Beranjak dari Aula Pertanian kami bergegas menuju Kep’s Agro SerDam Raya, namun ada kendala kami dan rombongan tersesat dan salah lokasi. Akan tetapi, hal ini membuat kami semakin akrab dan mengenal satu sama lain serta menjadi momen yang lucu jika diingat kembali. Setibanya di Kep’s Agro kami juga menerima materi dari bapak Rajuli yang amat sangat menginsiprasi. Terlihat bagaimana beliau sangat menyayangi tanaman dan berpesan jika menjadi seorang petani harus lahir dan batin. Satu kata beliau yang sangat luar biasa yaitu “ilmu memantaskan diri” sontak ini membuat saya termotivasi untuk memantaskan diri saya sebagai hamba tuhan. Terkahir kami turun ke lapangan menanam pohon sangon, cabe, dan terong putih bersama tim masing-masing. Lagi-lagi momen ini membuat saya semakin akrab dengan peserta lainnya pasti akan teringat kenangan ini bercocok tanam bersama teman-teman yang luar biasa.
Terakhir dari kak nur adalah memberi kami gambaran besarnya potensi yang dapat kita kelola dengan baik di Kalimantan Barat dan bukan tidak mungkin para generasi muda ini nantinya akan menjadi menteri di masa mendatang. Demikian potret kami dalam bingkai Duta Tanaman KalBar, jaga alam – alam jaga kita. *
