Community

Angker

Angker

Oleh Qodja

Saat itu Kamis siang, saya bertolak dari Gontor 2 desa Madusari menuju stasiun Madiun dengan ojek bertarif 70rb. Ini pilihan transportasi tunggal untuk menjangkau stasiun. Setiba di stasiun, saya mengecek tiket kereta di mesin KIOS-K. Tidak ada tiket kereta untuk sampai Jakarta, semuanya penuh. Kemudian saya mengganti stasiun asal, ternyata dari Tugu Jogja ada untuk sampai ke Gambir. Itupun baru ada di Sabtu malam, harganya juga mahal : Kereta Bima kelas eksekutif.

Masih ada waktu untuk mengunjungi kawan lama di Solo. Sebelumnya Ustad Salim A. Fillah sudah memberi sedikit gambaran tentang Solo, kota satelit tempat bergolaknya berbagai pemikiran dan gerakan mulai dari ekstrim kanan sampai ekstrim kiri. Tapi saya masih penasaran. Ingin sekali main ke Taman Sriwedari, Pasar Kelewer, Keraton Surakarta dan Masjid Agung yang antik serta mencicipi kuliner bernama selat solo.

Perjalanan yang singkat. Saya tiba di stasiun Purwosari Solo. Sempat singgah di Balapan, stasiun yang dulunya saya kenal hanya lewat lagu Didi Kempot. Mas Bujo ( bukan nama asli) kawan lama sudah menanti, menjemput dan kemudian kami bersama-sama membelah malam kota Solo melintasi sungai begawan yang kering karena surut dan masuk ke Karanganyar.