Oleh: Taufik Kurniawan
Membedah buku mungkin sudah terbilang sering terdengar dalam dunia literasi. Sebab kegiatan bedah buku, ini sering dilakukan untuk mengetahui apa saja seputar buku yang kita bedah. Yang pertama, mulai dari bagaimana desain, cover, layout, ukuran, bahkan jenis kertas dari buku yang kita bedah. Kemudian masuk kepada isi buku, ini meliputi bagaimana gaya bahasa atau redaksional yang digunakan, gaya penulisan, dan juga apakah dari segi kalimatnya mudah dimengerti atau tidak. Lalu dari segi substansi, apakah buku tersebut menarik atau dibaca atau tidak, kemudian apakah isi dari buku itu aktual atau tidak. Terakhir, apa saja kelebihan serta kekurangan dari buku yang sedang dibedah.
Pada hari ini, saya yang menjadi salah satu nominator dari pemilihan Duta Literasi FUAD IAIN Pontianak diberi kesempatan untuk sedikit mengulas dan membedah seputar buku yang saya baca. Lalu saya mencoba membedah buku yang berjudul “Gaya Orang Singkawang Merawat Kerukunan” karya Dr. H. Munawar, M, Si. Buku ini diterbitkan oleh IAIN Pontianak Press pada tahun 2017 dengan jumlah halaman isi 155 + vi.
