Community

Angker

Angker

Esok harinya, Jumat seharian saya menjelajahi kota Solo dan di malam kedua tidur di kamar yang sama. Alhamdulillah, nyenyak tanpa gangguan apa-apa.

Sabtu pagi sesaat sebelum meninggalkan rumah itu saya bertanya ke Mas Bujo. “Kata Mas rumah ini angker, Mas pernah ketemu penunggunya?”

Mas Bujo lalu bercerita, “Ada Dir, waktu itu pegantian malam tahun baru. Saya tidak keluar tapi istirahat di ruang tengah sampai tertidur depan TV. Kemudian saya terbangun dan melihat sosok tinggi besar, kepalanya tak nampak, bersarung hitam dari lantai dua tempat kamu tidur semalam, menuruni tangga tanpa menjejak. Sosok itu lalu berhenti dan menghadap ke arah saya tidur. Segala macam doa dan zikir saya baca waktu itu sambil menutup mata. Suasana mencekam sekali.”

Saya lalu membenak sambil mengelus dada. Untung saja bagian cerita ini tidak saya dengar sebelum menginap di kamar itu.

Belakangan saya belajar bahwa melawan nuansa mistik bisa dimulai dari mengendalikan pikiran. Semacam diet pikiran. Alihkan sorotan kita maka dengan seketika keseraman akan sirna.