Wajah Jijah dan Meisya pun kembali sumringah. Dengan senangnya mereka kembali bermain bersama teman-teman yang lain, melupakan kekecewaan tidak jadi jalan hari itu.
Malam pun tiba, saya sudah tertidur pulas, tidak sadar dengan kondisi sekitar. Selang beberapa jam kemudian, saya tidak tahu sudah jam berapa saat itu. Ada suara yang membangunkan saya. Saya pikir, mungkin hanya mimpi. Tetapi, rasanya ini mimpi yang aneh.
Lalu, ketika membuka mata, ternyata suara itu berasal dari Jijah dan Meisya yang sudah siap berganti baju. Memang mereka tidak mandi dulu, karena saya sudah memberitahukan kalau kita akan jogging. Seluruh anggota keluarga yang ada di rumah pun terbangun karena keributan yang kami bertiga timbulkan.
“Kau nak bawa adek-adek kau kemane Kak?” tanya Mama yang sudah duduk santai di kursi ruang tamu.
“Mutar-mutar taman yang ade di Pontianak yak Ma. Kalau ndak pun ke Gor.”
Rasanya, memang banyak pilihan tempat untuk menyenangkan mereka. Tibalah saatnya kami berangkat. Ya, hari ini hari Minggu, pasti ada car free day. Dimana, satu jalur jalan raya tanpa kendaraan bermotor atau mobil yang bebas berlalu lalang.
