Community

Lamaran kerja Bêdjo diterima

Lamaran kerja Bêdjo diterima

Di ruang wawancara, sudah banyak calon yang antri menunggu giliran. Nasib sial atau nasib baik, Bedjo dapat nomor terkahir. Dengan gelisah, Bedjo menunggu giliran.

“Bedjo!. Anda tahu arti kata itu” Kata direktur kepada Bedjo di awal wawancaranya. “Pengalaman kerja, heeemmm. Sepuluh tahun lebih enam bulan sebagai pembantu rumah tangga” Guman direkur pelan seolah dengan dirinya sendiri. “Sangat kuantitaif!” Lanjutnya.

“Riwayat pendidikan. Sekolah dasar di desa. SMP, SMA di kota. Juara ketiga dan pertama tingkat porpinsi. S-1 jurusan humaniora. IPK terkahir 3,76. Mengesankan”. Lanjut direktur juga masih seperti berbicara pada diri sendiri.

“Seandainya saya terima, Mas Bedjo meminta gaji berapa?” Tanya direktur.

Bedjo tergagap. Tidak menduga pertanyaan pertama seperti itu.

“Saya tidak tahu, Pak. Hidup saya susah sejak dari kecil dulu. Kebaikkan keluarga Pak Darmolah, saya bisa ketemu Bapak saat ini.”

“Mereka memperlakukan saya seperti keluarga sendiri. Hanya saja, saya yang harus tahu menempatkan diri” Jawab Bedjo sambil meneteskan beberapa butiran air mata.

“Walau mereka selalu mengajak bersama di dalam mobilnya, saya ke sekolah tetap menggunakan sepeda tua Pak Darmo. Ke sini tadi pun saya naik sepeda itu, Pak”. Berhenti sejanak.