Beliau berpandangan jika ratusan ribu masjid yang ada di Indonesia bisa meniru langkah gerak Masjid Kapal Munzalan, maka manfaatnya tentu akan sangat besar bagi masa depan kaum papa yang berpuluh tahun hidup kerontang di atas tanah nusantara yang suburripah loh jinawi ini. 🙂
Hahaa…ga ding. Yang terkahir itu juga bukan statemen Kang Rendy. Hahaa. 🙂
Yang saya ingat beliau ada bilang begini kepada saya, “Bung Ben, jika Masjid Kapal Munzalan yang kecil dan berada digang sempit ini mampu menyelesaikan kebutuhan pangan bagi ratusan ribu orang di 22 provinsi, maka hasilnya akan sangat luar biasa jika hal yang sama bisa dilakukan oleh 100 masjid saja. Padahal jumlah masjid di Indonesia diperkirakan sekitar 800 ribu. Masyaallah-kan kalau semua bisa bergerak seperti Munzalan?” Demikian hatur Gurunda Rendy Saputra.
Dan saya sepakat dengan pendapat beliau. Masyaallah. Semangats!
“Ok, trus apa yang mesti kami lakukan?” Tanya saya kepada penulis yang sangat produktif ini.
“Ayo Munzalan bikin lembaga pengembangan masjid. Saya usul konkrit. Lembaganya dinamakan Masjid Enterprise saja. Misinya melakukan riset dan menyelenggarakan pendidikan bagi para pengelola masjid di Indonesia,” ajak Kang Rendy.
