Oleh Masri Sareb Putra
launching pas BD sang tokoh: 27 September 2020. Buku ke-103,
terbilang sejak buku perdana (novel), 1987.
*
Saya senantiasa suka menulis biografi.
Bukan saja karena mendapat faedah dari sisi finansial, melainkan juga manfaat spiritual, dan intelektual sekaligus. Merasa sebagai orang paling beruntung. Sebab mendapat lebih dahulu inspirasi, motivasi, dan pengalaman hidup langsung dari sang tokoh. Bahkan, ketika pertama berjumpa, untuk membuka maksud dan rencana menulis, saya telah menimba kekayaan air hidup dari sumur sang tokoh.
Oleh sebab itu, siapa pun yang ingin, dan minta dituliskan biografi, saya kabulkan. Saya lakukan dengan sepenuh hati, menjiwai, secermat mungkin, dan bertumpu pada mutu. Setidaknya, dengan standar Gramedia, dari berbagai aspek. Bahkan, beberapa biografi telah pun masuk Amazon, jagad maya kelas dunia, yang dapat diakses lewat Google Playstore.
Seperti profesi lain, misalnya dokter atau arsitek, yang tidak bisa dan tidak dapat memilih klien, demikian pula penulis biografi. Siapa saja akan saya tuliskan biografinya. Tidak peduli tokoh terkenal, atau rakyat jelata. Apalagi seorang tokoh baik, lagi inspiratif.
Sebagai penulis, tidak ada urusan dengan baik buruk, atau lika-liku kehidupan seorang tokoh. Dalam suatu kesempatan, agak vulgar saya pernah berkata, “Setan sekalipun, jika dia minta, saya akan tuliskan biografinya. Apalagi orang baik-baik.”
