in

Mengunjungi Istana Kesultanan Pontianak

Oleh: Aditya *
Kamis, 3 Agustus 2017 Kampoeng English Poernama bersama novice friends kami yang berasal dari Jerman, Luna dan Amel mengunjungi istana kesultanan Qadriah yang berada di Kampung Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Istana ini didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman dan sampai sekarang istana ini masih dijaga oleh keturunan sultan itu sendiri. Istana ini menyimpan berbagai benda peninggalan seperti Singgasana, Kaca Seribu, Alquran dengan tulisan tangan, silsilah keturunan sultan, alat musik, baju adat dan masih banyak lagi.
Pada bagian depan dan tengah istana kami melihat meriam dan gerbang penjagaan, di bagian samping kiri dan kanan kami melihat terdapat kaca seribu buatan Perancis dan kami disuguhi oleh foto-foto para sultan dan istrinya yang terhampar hampir di seluruh dinding ruangan bagian tengah istana.
Singgasana yang berada di bagian tengah istana digunakan oleh sultan untuk beristirahat sejenak dan untuk mengingatkan mereka (sultan) untuk tidak merasa besar kepala atas jabatannya, dikarenakan pandangan yang disajikan adalah masjid tertua di kota Pontianak (masjid jami), sehingga ketika duduk pun mereka melihat masjid dan mengingat tuhan.
Kata Pontinak berasal dari nama hantu wanita dalam bahasa melayu yaitu Kuntilanak. Konon ketika tengah mencari tempat untuk membuka kerajaan baru rombongan Syarif Abdurrahman diganggu oleh hantu, sehingga rombongan mengeluarkan meriam sakti yang digunakan untuk membuka lahan sekaligus mengusir para hantu yang menganggu. Terlepas dari kondisi fisik maupun cerita-cerita yang beredar di masyarakat kami sangat menikmati kunjungan tersebut. (relawan/volunteer Kampoeng English Poernama)

Written by teraju

303 Calon Siswa Bintara Polda Dinyatakan Lulus

Kayu Ilegal Rantau Panjang KKU Diamankan