Setelah mengikuti ujian penerimaan yang telah akademik laksanakan, Alhamdulillah ketika pengumuman kelulusan nama aku terpampang di Mading. Aku sangat senang dan tidak lupa pula bersyukur kepada yang Maha Kuasa. Kabar ini juga aku sampaikan kepada kedua orang tuaku, dan Alhamdulillah mereka juga senang mendengar kabar ini.
Kemudian tibalah waktunya untuk daftar ulang, awalnya aku canggung untuk menyampaikan kepada orang tuaku, tapi mau bagaimana lagi akhirnya aku sampaikan kepada Bapak dengan raut wajah iba dan kasian ke Bapak. Tapi setelah semuanya aku sampaikan spontan Bapak tersenyum.
“Tenang Nak.. Bapak udah siapkan uang untuk daftar ulangmu” setelah mendengar semua itu spontan juga aku senyum dan sujud syukur atas kebahagiaan ini.
Hari demi hari sudah kulalui di kampus, Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Namun ketika tiba waktu libur semester ganjil, aku banyak merenung yang aku pikirkan tak lain adalah dapat dari mana biaya daftar ulang semester dua nanti. Dan, akhirnya aku memutuskan untuk kerja tanpa sepengatahuan orang tuaku. Dari kerja kerasku ini Alhamdulillah aku bisa mnengumpulkan uang satu juta rupiah. Ketika waktu daftar ulang tiba, bapak menanyakan kepadaku.
Bapak: “Nak.. Daftar ulangnya kapan?”
Aku: “Sekarang Pak”, Jawabku
Bapak: “Insya Allah besok uangnya baru ada yah Nak..”
