Sungai Raye Dalam begitu indah dengan pelbagai suku dan etnis tanpa pernah begadoh. Sejak tempo doeloe sampailah sekarang. Harmonisasi bak pelangi mewarnai bias hujan tengah Sungai Kapuas. Kami anak seribu sungai. Sungai Raye Dalam paleng pinggeran Kote Pontianak yang berkeraton di pinggeran Kapuas dibangon Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie–blasteran Arab dari Alhabib Husein sama Dayak–Nyai Tua. Kote ini dibine sejak 1771 dan Sungai Raye Dalam adelah batas tanah terluar yang bebatasan langsong dengan Kerajaan Kubu. Jadi kamek anak beranak dengan datok nenek sejak laher dah diberek batas alam antare Kerajaan Qadriyah Pontianak ngan Kerajaan Kubu Raye. Kini Serdam antare kote dengan kabupaten. Kote dan Kabupaten yang sangatlah indah bak pelangi nusa dan asoka yang tumbuh di halaman guru ngaji Haji Siah. Pelangi indah sosiologi warga dengan bumbu sejarah bagaikan taman sorga Firdaus yang sungguh Bro tadak boleh hilang. Tetap rawat dan pertahankan. Bahkan perhidup-suborkan. (Lanjot tadak yeh ceritehe?) *
Menyapu Sungai Raja
