Berinteraksi dengan Kiyai Luqman bukan sedetik dua detik. Alhamdulillah Allah azza wa jalla sempatkan safar bersama, perjalanan panjang, berinteraksi, dalam waktu yang cukup intens.
Seperti beberapa malam yang lalu, Saya sendiri yang jemput ke Bandara, bawakan tas, temani shalat jamak maghrib isya, temani makan malam, hingga ceramah panel bersama, lanjut makan tengah malam berempat dengan UAS dan tim Sahabat UAS.
Keluar dari President Suite kamar UAS sudah pukul 1 pagi waktu Balikpapan. Saya mengantar Kiyai ke lantai kamarnya, ternyata selang beberapa menit, teman PASKAS WA, bahwa kiyai lanjut brieifieng PASKAS Balikpapan.
Waktu subuh saya kembali bersama Kiyai. Pukul 4.30, kami telponan room to room pukul 4. Kiyai sudah bangun. Sudah mandi. Sudah segar. Saya tanya rupanya acara malam sampai jam 2 pagi. Berarti tidur sekitar 90 menit saja sehari.
Lanjut subuh berjamaah bersama UAS, menyimak kajian private dengan UAS, peresmian Masjid, dan sorenya ke Samarinda.
Hufft… saya pun gak sanggup ngikutin jadwal kiyai.
*
Ada energi ketulusan yang saya rasakan. Memang kalo gak kenal jadi nyepelein, karena Kiyai gak pernah membrand dirinya berlebihan.
Jadi banyak yang gak tau jika beliau lulusan Gontor, Master di Kuala Lumpur, fasih Bahasa Inggris, Arab. Gak ada yang tahu.
