Beliau cuma senyum, minta buka surah 24 ayat 11. Lalu minta saya berhenti jengkel, lalu minta saya menatap masa depan. Sama sekali gak marah. Sama sekali gak dendam. Sama sekali gak terganggu. Padahal ghibahnya sistemik. Malah bicara hal lain, minta saya konsentrasi ke depan. Minta saya maafkan dan lupakan. Kaget saya.
Makin kesini saya makin menyerah. Semoga Allah jaga kiyai kita semua. Manusia biasa, pasti ada kekurangan, namun kelebihannya bersinar di hati Saya.
Bagi saya memperkenalkan guru ada maslahatnya. Jika sahabat sedang mencari guru, sedang gelisah dalam pencarian mursyid, sedang mencari ulama yang ingin dijadikan tempat meminta nasehat, datanglah ke Pontianak.
Datanglah ke Masjid Munzalan Mubarakan. InsyaAllah kiyai welcome. Jika masalahmu suami istri, datanglah berdua. Jika masalahmu pelik, datang lah sendiri, kalo ikhwan bisa 4 mata.
Datanglah walau cuma ongkos tiket sekali terbang dengan pesawat. Tinggal saja di masjid. Di masjid Munzalan banyak makanan. Tidur saja disitu. Ndak papa. Tunggu saja kiyai sampai ada waktu. Temui saja.
Jika gak kuat pakai pesawat, pakailah kapal. Sekali jalan. Ekonomi saja. Tinggal lah di geladak. Gak papa. Pegang kata-kata saya. Bertekadlah ketemu ulama. Wali Allah. Temui saja. Cobain.
