Oleh: Saripaini
Pelaksanaan Khatamul Quran merupakan sebuah perayaan yang sangat penting bagi sebagian besar orang Melayu. Penting, karena hal tersebut merupakan sebuah bentuk kebanggaan sekaligus bentuk apresiasi dari orangtua kepada anaknya. Tak jarang juga perayaan Khatamul Quran dijadikan sebuah motivasi awal seorang anak untuk segera menghatamkan Alquran.
Kurasa aku tak perlu lagi mengatakan makna dari khatam, karena semuanya tahu, tapi tak lengkap rasanya.
“Khatam berarti tamat. Kata ini dipinjam dari bahasa Arab.” Kalimat itulah yang tertulis di wikipedia saat aku mencari makna kata khatam.
Khatamul Quran merupakan sebuah kebudayaan yang Islami dan begitu populer di kalangan umat Islam di berbagai wilayah. Tapi setiap wilayah memiliki tradisi masing-masing dengan ciri yang berbeda pula. Termasuk tentang bagaimana perayaan Khatamul Quran. Sedikit informasi yang kutahu bahwa Pontianak, Sambas, Kapuas Hulu, Kubu Raya memiliki kekhasan masing-masing dalam merayakan Khatamul Quran.
Perayaan Khatamul Quran juga dilakukan oleh masyarakat di Punggur, sebuah tempat di bagian barat Pontianak. Punggur termasuk dalam wilayah Kubu Raya.
Menyambung pernyataan pada paragraf sebelumnya bahwa kebudayaan di setiap daerah itu berbeda, oleh sebab itu aku menyebutkan Punggur sebagai sorotanku dalam pelaksanaan khatamul quran. Walau pada dasarnya sama-sama ada kolaborasi antara Melayu dan Islam tapi tetap saja ada perbedaan dari pelaksanaannya.
