Jika berbicara tentang khatamul quran banyak pernak-pernik Melayu yang menjadi bagian di dalamnya seperti arak-arakan diiringi dengan tabuhan tar dan syair-syair Islami bersama rombongan menuju tempat pelaksanaan khatamul quran lengkap dengan bunga manggar, pokok telok yang memenuhi tenda di antara saf masyarakat yang menyaksikan pembacaan ayat suci Alquran, makan saprah dan jamang sebagai hiasan kepala yang dipandang sakral pada umumnya dipakai oleh wanita. Pelaksanaan seperti ini masih terjaga dengan baik alias masih lestari.
Sebenarnya hal ini tak hanya diselenggarakan oleh orang Melayu tapi juga orang Bugis, bahkan sama persis tak ada perbedaan atau ciri yang menjadi identitas di antara keduanya.
Baca Juga:Tak Menulis Bunuh Diri?
Pontianak, 30 Januari 2018
