Oleh : Khatijah
Bunuh diri?? kata-kata murka yang memang tak pantas untuk diucapkan, apalagi untuk dilakukan. Hah, proses memang seperti itu, tak pernah ia mau berjalan mulus, mana mungkin ia akrab dengan kemudahan, toh dia sangat betah dengan kata sabar, dan bahkan ia sangat menyukai kalimat.
“Ayo maju lagi, jangan kembali sampai Tuhan berkata pulang”.
Tapi kali ini tulisan saya bukan tentang bunuh diri yang menghilangkan nyawa, apalagi perbuatan memaksa kembali kepada Tuhan. Sekedar informasi, seperti biasa anggota Club Menulis berkumpul di ruangan yang selalu nyaman untuk mendapatkan inspirasi meski tanpa suara musik yang mengundang kaki untuk bergoyang, apalagi minuman segar yang tinggal pesan.
“Novie sih udah, sebelah Novie tu belum, bedua tu mereke agik bunuh diri,” ujar Pak Yusriadi. Itu sindiran atau motivasi yang pastinya saya sudah berkali-kali mendengar kalimat yang tidak bisa saya artikan dengan jelas. Dan di sinilah letak kebanggaan menjadi anggota Club Menulis, selalu banyak cara Pembina kami untuk membangkitkan gairah menulis, toh kalian juga tahu kalau masuk ke-dunia kepenulisan, memang bukan hal yang mudah apalagi untuk berkonsisten memaksa pikiran dan jari untuk tetap membuat keyboard menari dan bernyanyi. Hah, kalimat itu bukankah telah berulang kali mengiang di telinga, “Menulis bukan tentang pekerjaan lahir melainkan batin”.
