Aku kerap mendengar para motivator yang mengatakan kalau tidak ingin mempunyai masalah mati aja, tapi mati pun belum tentu masalahnya selesai sampai di situ. Ya, tentu saja aku setuju dengan hal itu dan satu kesimpulan di akhir paragraf ini yakni “Masalah ada di mana-mana”.
Positive thinking menatap masa depan. Bangun pandangan positif, bangun harapan dan bermimpilah. Apa yang terjadi memang tak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi yakinlah Tuhan mempunyai rencana lain.
Minggu ini aku menemui beberapa jenis cara orang menyelesaikan masalahnya. Tentu ada aneka ekspresi dan variasi yang berbeda. Ada yang menangis sejadi-jadinya katanya, “Biar lepas semua. Sampai tak ada lagi air mata.” katanya setelah menangis ia merasa lebih tenang.
Ada juga yang heboh dengan masalahnya membuatnya menjadi merasa serba salah alias delima berat. Dan ada juga santai padahal menurutku masalahnyalah yang paling serius dari semua yang pernah bercerita padaku. Ia hanya meminta pendapat dan sedikit bertanya menanyakan bagaimana sebaiknya, setelah itu dia langsung bilang “Oke” dengan penuh keyakinan.
Setiap orang punya caranya masing-masing. Pada dasarnya ia tahu tapi ragu menuju pada keputusan yang terasa rancu. Sebenarnya semua tergantung dari sudut mana kita menatap masalah. Seberapa jauh kita mengenal diri sendiri.
Pontianak, 27 Januari 2018
