Iya, saya ibaratkan sedemikian. Karena memang, menulis nampak sederhana. Tapi nyatanya, banyak orang yang jujur pada saya, keinginan menulis itu ada, tapi mentok pada paragraf pertama. Malah ada yang stop sampai batas keinginan, niat.
Ide bejibun, tapi tak tertuang. Alhasil, ide menguap begitu saja. Karena tak ada realisasi. Komunitas menulis, penting untuk difollow. Karena dalam suatu komunitas, sudah ada iklimnya. Jadi tak bisa kita nulis ikut mood. Pilihannya hanya 2 jika sudah begitu. Tetap ada di komunitas dan terus menulis, atau tidak menulis dan hengkang. Dan semuanya terpulang pada pilihan kita. (*)
