Community

Reboisasi di Lahan Bekas Penambangan Emas Tanpa Izin

Reboisasi di Lahan Bekas Penambangan Emas Tanpa Izin
Proses pengolahan tanah marjinal bekas PETI hingga siap tanam

Lahan pun dibuka, berbagai teori pun saling mereka sampaikan dengan argumentasinya. Kadang urat leher pun kelihatan agar teorinya dipakai, tapi karena mereka sadar dengan udara yang sama dihirup tetaplah oksigen, berprinsip persahabatan seperti kepompong lahan satu hektar pun dibuka dengan kesepakatan bersama, benar atau salah tetap ditanggung bersama. Berat sama dipikul ringanpun sama dijinjing. Ikafta 94 tak kenal lelah, hasilpun jadi nyata. Lahan 1 Ha sekarang bisa disaksikan di daerah Wonosari Roban. Tanaman cabe terbukti tumbuh subur antara teori dan praktek pun sudah menjadi kenyataan, perbaikan unsur hara itu penting. Pupuk standar NPK tetap digunakan ditambah perlakuan Pupuk Organik Cair ditambahkan lagi dengan kotoran hewan ayam.

Pengendalian hama dan penyakit, tiap seminggu sekali di lakukan penyemprotan dengan menggunakan Insektisida+Fungisida+KNO3 Merah (pada pertumbuhan vegetatif)-KNO3 putih (pertumbuhan generatif) + POC. Untuk mengatasi penyakit busuk buah yang sangat di takuti petani cabe, dilakukan teknik “Rain Shelter” untuk menanggulangi efek dari curah hujan yang tinggi, biasanya curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor berkembangnya penyakit busuk buah pada tanaman cabe. Dengan menggunakan “Rain Shelter” sampai saat ini tanaman masih aman dari serangan penyakit tersebut.