Namun, ketika saya diberikan amanah menjadi editor oleh pembimbing Rumah Literasi, saya terharu dan senang, karena saya bisa bangkit lagi untuk belajar lebih giat lagi. Ada motivasinya yang sangat menyejukkan hati saya, yang membuat saya lebih giat lagi dalam belajar. “Sukses bukan hanya untuk orang yang pintar, tapi sukses bagi orang yang mau melakukannya”.
Di awal mengedit, saya sedikit bingung, karena tulisan yang saya edit kata-kata banyak yang terulang-ulang dan banyak kosa kata yang tidak padu. Dengan bimbingan kakak senior kami, saya bertanya sekaligus bertanya juga kepada sang penulis. Untuk saya izin mengubahnya dan memperbaikinya.
Lambat laun, dalam beberapa hari ke belakang ini, saya sudah berhasil mengedit beberapa buku. Alhamdulillah ternyata mengedit tidak terlalu sulit seperti yang saya bayangkan dulu. Mengedit sangat mengasyikkan. (Peserta Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak).
