Community

Salah Kotak Kue

Salah Kotak Kue

Oleh : Khatijah

Berisik kipas angin, riuh suara printer, suasana tegang hati kembali menyeruak, lagi-lagi kebiasaan Club Menulis menuju launching disibukkan dengan persiapan. Tapi kali ini tidak terlalu terburu-buru karena memang tak banyak ikut berpartisipasi tak perlu aku jelaskan kenapa tidak ikut launching, toh Club Menulis tak menyukai alasan kenapa tidak menulis, apalagi jika alasan tersebut sibuk, belum sempat. Hah semua alasan itu memang sangat konyol jika terlontar dari mulut kami, siap-siap saja mendengar jawaban “Ehh, tak ade sibuk-sibuk”.

Kali ini ruangan tidak dipenuhi dengan cover buku baru, melainkan kotak kue yang baru selesai kami bentuk yang sengaja disusun di rak buku yang sudah sangat kelihatan tua. Sepulang dari kantin, aku dan Novie melihat Kak Desi yang masih sibuk dengan desain balehonya, Pak Yus yang sibuk dengan printer, dan Bang Man yang baru datang membeli air minum untuk hari Senin.

“Ta Novie, ade pekerjaan baru,” ujar Bang Man menunjukkan kotak air minum. Aku dan Novie hanya menoleh dan mengganguk karena telah mengerti pekerjaan baru yang dimaksud Bang Man. Tak lama kemudian aku dan Novie mengambil posisi yang aman untuk mengerjakannya.