Community

Sawit dan Jalan Kampung Kami 2

Sawit dan Jalan Kampung Kami 2

Kondisi jalan yang hancur berefek besar pada sektor ekonomi. Harga sembako juga ikut naik karena akses sembako masuk, sulit. Jalur air ada, tapi tetap harus melewati jalan hancur dari pesisir sungai ke kampung.

Jalan yang hancur tersebut juga akses anak-anak untuk sampai ke sekolah jenjang menengah pertama dan menengah atas. vHal itu pula yang membuat kami memilih melanjutkan sekolah di kota, dulu. Walaupun dulu belum ada sawit. Sekolah jauh, jalan jika musim hujan hancur plus banjir. Maka tak heran kondisi tersebut membuat semangat sekolah anak-anak di kampung kami memudar.

Entah sampai generasi ke berapa masalah ini akan tuntas. Masalah jalan kampung kami, jalan kampung, dari saya kecil hingga saya pulang kampung membawa anak kecil pun masih sama. Mungkin ini nasib jalan yang jauh di sana. (Penulis adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fisipol Untan Pontianak)