Tak banyak orang lalu lalang dari arah Dabong. Sepi. Sampai ada beberapa rumah di perkampungan transmigrasi Dabong. Setelah SDN 40, ada jembatan semen putih, belok ke kiri. Setelah sampai di Desa Dabong, kanan kiri jalan rawa mangrove.
Jalan campur, ada tanah, ada juga semen. Semennya yang baru masih mulus, jangan ditanya untuk semen yang sudah lama.
Posisi SMPN 9 di tengah-tengah kampung, antara kampung transmigrasi dan penduduk asli Dabong. Saat sampai di Dabong, saya seperti sampai di perkampungan Pemangkat. Jarak rumah yang satu deng lainnya, berdekatan, ujung belakang rumah nyemplung di sungai.
Pukul 10.30 kegiatan fasilitasi pendidikan kami mulai. Anak-anak duduk melantai di aula sekolah. 120 orang bergabung di aula. Mereka kompak saat menjawab salam dari kami. Kompak dan semangat. 5 guru yang hadir di sekolah saat itu, menyambut ramah kedatang kami dan ikut mendampingi anak-anak saat kegiatan. Bu Desi, Bu Ai Fitri, Pak Giyarso, Pak Edy dan Pak Syarif. Kepala Sekolah tidak ikut serta karena sedang ada rapat di Pontianak. Sementara Bu Yunariah yang dari awal saya hububgi, sedang dalam perjalanan dari Pontianak menuju Dabong.
