Oleh: Ambaryani
Saya banyak dengar cerita tentang Dabong dari misua yang sudah beberapa kali kegiatan di sana. Katanya, di Dabong itu seru. Banyak ikan, udang, kepiting segar di sana. Tentu saja, cerita itu membuat saya tertarik plus penasaran. Akhirnya, saya punya kesempatan sampai di Dabong. Saya memilih rute Air Putih, Medan Tani Olak-Olak Kubu, kemudian terus….melewati sawit, semak. Jalannya tanah liat hitam lumayan licin. Tapi, kondisi ini jauh lebih baik dari gambaran Mas Darma, teman kerja saya di kantor camat Kubu saat saya mintai menggambarkan denah lokasi menuju Dabong.
“Mbak, ojolah neng Dabong nek udan, dalane persis koyo kubang kebo.”
Semangat saya sempat surut saat mendengar itu. Maklum, beberapa minggu terakhir, curah hujan sedang meningkat. Tentu lokasi yang jalannya tanah, akan luar biasa. Saat di jalan, saya dan misua sempat bertanya pada warga saat jumpa dengan beberapa simpang dari Olak-Olak. Denah lokasi sudah ditangan, tapi tetap masih bingung.
Yang menjadi patokan jalan, tali listrik belum kami jumpai saat itu. Jalannya, ada becek di beberapa bagian. Ban motor sempat terpeleset beberapa kali. Kami agak ngebut, agar tak jam karet sampai ke sekolah.
