Serangkaian diskusi kami jalani. Mohon petunjuk dan arahan keamanan maupun kesehatan. Alhamdulillah, protokol kesehatan standar Covid-19 ekstra ketat dilaksanakan. Sajian utama sebagai sasaran utama virtual. Sajian online dalam sehari 1000 pemirsa. Dua hari 2000. Hal ini tentu jadi narasi solusi berkreasi seni di tengah Pandemi.
Penggunaan studio rekaman disaksikan kalangan terbatas. Kapasitas rumah melayu bisa memuat 500 bangku hanya diisi 100. Jarak antarbangku 1,5 meter. Setiap orang dibagi masker. Masuk pintu cuci tangan dengan handsanitizer serta di-thermo-gun.
Fena 2020 menyimpulkan bahwa event terbatas bisa dilakukan dengan sajian utama virtual.
Selanjutnya mengutip Emha Ainun Nadjib, kita mesti salib tikungan Pandemi Covid-19 dengan melirik sejarah ke belakang sejauh-jauhnya. Juga melihat kedepan dengan selapang lapangannya dengan solusi ala Nusantara yang kaya budaya, flora fauna, maupun kearifannya. Indonesia berpeluang menjadi negara adidaya. *
