in

Titik Kritis Kalbar adalah Genocide Dai Nippon Jepang

sultan hamid II perancang lambang negara

Oleh: Nur Iskandar

Titik kritis Kalbar adalah genocide Dai Nippon Jepang, 1944. Pengakuan Panglima Kiyotada Takahashi jumlah korban yang dikubur massal di Mandor adalah 21.037 jiwa dari 50.000 targetnya. Jepang hendak menjepangisasi Kalimantan Barat.

Dua generasi musnah. Cerdik cendikia putus peradabannya. Sementara Sultan Hamid diberantas pula karena intrik politik, padahal dia satu-satunya putra Sultan Muhammad yang selamat karena sedang ditawan Jepang di Jakarta, benar benar Kalbar seperti anak ayam kehilangan induk. Atas segala kekayaannya, dengan luas 1.5 Pulau Jawa, ibarat anak ayam mati di lumbung.

Itulah alasan sejarahnya kenapa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar peringkat bawah. No 29 dari 32 provinsi…itulah sebabnya kenapa Kalbar mengalami pemiskinan sekaligus mudah diadu-domba antara bla bla vs bla bla. So, kita belajar sejarah, ingatkan bersatu, terus maju…Kalbar maju: Indonesia Maju. *

Baca Juga:  Bangun Masjid Para Mualaf

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

BERSELANCAR DI SEJARAH MALAKA

Berselancar di Sejarah Malaka

westerling

Pemberontak APRA, si Pelaku Utama, kenapa Lolos?