Ujian bukanlah akhir. Karena setelah ini kami akan dibebankan untuk menulis karya ilmiah dengan penulisan yang baik dan benar. Inilah bentuk follow up tersebut. Bahwa beban akademik tergantung di pundak kami. Tapi, kembali lagi ke persepsi, bagaimana cara memaknai beban akademik itu?
Memang inilah tugas kami sebagai mahasiswa, sebagai kelompok akademisi untuk selalu produktif berkarya di bidang kami masing – masing. Pak Yusriadi telah mengajarkan kepada kami, bahwa sebagai mahasiswa, akademisi, dan masyarakat, harus menjadi masyarakat yang produktif dalam berkarya. Semua itu dengan harapan agar kami, para mahasiswa tidak hanya menjadi sarjana dalam gelar kami saja, melainkan sarjana dalam peradaban Islam di Kalimantan Barat. Beban inilah yang menunggu kami di masa depan, yang menjadi tanggung jawab kami kepada masyarakat. Dan tidak lupa pula, menjadi harapan dari dosen kami kepada kami. Mahasiswa adalah agen perubahan. Dan salah satu cara menjadi agen perubahan tersebut adalah dengan produktif menulis karya.
Inilah sebagai bentuk partisipasi kami, para mahasiswa. Sebagai golongan akademisi di ranah lingkup kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Kalimantan Barat tercinta ini. Bentuk pengabdian kami kepada masyarakat Kalimantan Barat yang kami cintai ini. Sebagai sarjana Tafsir Alquran, sebagai mahasiswa, sebagai agen perubahan. (CM/IAT)
