Semula hanya langgar, atau surau, atawa musholla. Kini rumah ibadah itu telah besar dan megah dengan nama Mesjid Ikhwanul Mukminin. Di belakang mesjid ini ada makam muslimin serta perguruan tinggi bernama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS). Semuanya berada di atas tanah wakaf Tuan Takur, Haji Ali Lakana.
Se Sungai Raya Dalam tidak ada orang yang tidak kenal dengan kehebatan Haji Ali Lakana. Tanahnya menyebar. Tidak hanya di Sungai Raya Dalam yang kini di antaranya tumbuh Rutan Kelas IIA, tetapi juga tanahnya ada di Ibukota Negara, Jakarta hingga Singapura. Tak heran kita mengenal di Singapura ada Kampung Bugis atau Bugees Village sekaligus Bugees Market.
Pada tahun 2018 pemugaran keempat terjadi di Ikhwanul Mukminin. Gubernur H Sutarmidji meresmikan hasil renovasinya yang kini bertingkat tiga di mana sebelumnya hanya satu tingkat. Gubernur H Sutarmidji juga mewakafkan daun pintu emas yang megah atas nama ayahnya Haji Muhammad Tahir yang dulu masa muda aktif di Masyumi–sebuah partai dakwah yang turunannya kepada PPP di mana Sutarmidji memulai debut politiknya di DPRD Kota, Wakil Walikota, Walikota, dan kini Gubernur Kalimantan Barat dari Partai Pesatuan Pembangunan atawa P3.
