Umat Musa yang kedua bertawassul bahwa dia punya hasrat pada seorang wanita cantik. Di masa paceklik penduduk datang kepadanya untuk minta bantuan. Tiba giliran keluarga si gadis datang minta bantuan, hasratnya menggelora dan dia punya peluang mendapatkan si cantik. Ketika dalam kamar, si gadis berkata, “Takutlah kamu kepada Allah,” dan dia tersadar. Ia urungkan menyentuh si cantik itu dengan tetap menolong keluarganya. Ikhlas. Pintu batu bergeser lagi 1/3. Ulama menyebutnya akhlakul karimah. Budi pekerti mulia.
Ketiga umat Musa kembali bertawassul. Bahwa dia beternak kambing untuk diambil susunya. Ia prioritaskan kepada kedua orang tua barulah anak dan istrinya. Suatu hari dia membawa susu untuk ayah ibunya namun sedang tidur. Ia tunggu seharian sampai bangun, barulah sisa dia bagi buat anak dan istrinya. Ikhlas. Bakti anak pada kedua orang tua. Pintu batu terbuka seutuhnya.
