Kelas 2 juga terbagi menjadi tiga rombel. Kegiatan untuk kelas 2 berupa pelatihan tulis rangkai atau tulis tegak bersambung. Anak-anak tersebut diberikan lembaran kertas garis enam sebagai media untuk berlatih menulis rangkai. Mereka sangat bersemangat mendengarkan penjelasan dan bimbingan dari setiap mentor. Bahkan di antara mereka sampai menangis karena ada yang tidak berhasil menaklukkan tantangan dari mentor sehingga tidak mendapatkan hadiah berupa buku. Setelah diadakan perangkulan kepada anak-anak tersebut, masalah dapat diatasi.
Berbeda dengan kelas 1 dan 2, kelas 3 hanya terdiri dari 2 rombel, yaitu kelas A dan B. Kelas A diajak untuk mendengarkan cerita/dongeng dan menyimpulkan isi cerita, sedangkan kelas B diajak untuk mencintai perpustakaan. Kelas A diberikan properti seperti sebuah mahkota untuk anak-anak agar mereka semangat dan membayangkan masuk ke dalam suasana cerita kerajaan pada zaman dahulu. Kelas B diajak untuk merapikan buku-buku di perpustakaan. Mereka diajari cara menyusun buku dengan rapi, cara merawat buku karena buku adalah teman yang memberikan banyak manfaat dan harus dirawat agar tidak rusak.

